Berita

Konsultasi Kesehatan Bersama RSIA Cahaya Bunda

Selasa, 19 Mei 2015 - 11:20:47 WIB0
RSIA Cahaya Bunda

Narasumber: dr. Noviani Riandatari, SpOG

Silahkan kirimkan pertanyaan seputar konsultasi kesehatan khususnya seputar masalah kandungan dan kebidanan melalui email: publicrelations@rsia-cahayabunda.com atau marketing@rsia-cahayabunda.com

 

Belum memiliki keturunan

Tanya : Dokter, perkenalkan nama saya Dian di sumber, usia saya 21 tahun. Saya telah menikah 2 tahun namun sampai saat ini belum hamil juga. Saya belum pernah memeriksakan diri saya sebelumnya, karena saya dan suami sama-sama bekerja dan sangat sibuk. Kira-kira kemana saya harus berkonsultasi, dan langkah awal apakah yang harus saya lakukan sekarang? Apakah kesibukan saya dan suami yang menyebabkan saya sulit hamil? Apakah saya harus melakukan pemeriksaan darah seperti yang di sarankan teman saya? Atas jawabannya,saya ucapkan terima kasih.

 

•Jawab: Bu Dian di sumber, terimakasih atas pertanyaannya. Saya mengerti keresahan yang ibu rasakan karena belum hamil setelah 2 tahun menikah, saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran. Faktor-faktor yang menyebabkan pasangan belum memiliki keturunan dapat berasal dari kedua belah pihak. Bagi wanita, penyebabnya dapat berasal dari gangguan ovulasi yang ditandai dengan adanya gangguan siklus haid, gangguan patensi tuba yang dapat ditemukan pada pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) ataupun sonohisterosapingografi, dan gangguan anatomi pada rahim, dapat berupa massa/tumor pada rahim. Bagi pria, penyebab ketidaksuburan dapat berasal dari kelainan kualitas dan kuantitas sperma yang dapat dinilai melalui pemeriksaan analisis sperma. Perlu diperhatikan pula waktu dan frekuensi berhubungan intim Pada kasus ibu, kelelahan akibat kesibukan kerja dapat mengganggu faktor ini. Pemeriksaan darah dapat dilakukan setelah investigasi awal dilakukan. Pemeriksaan itu dapat beruba pemeriksaan kadar hormon FSH dan estradiol. Setelah seluruh investigasi dianalisis secara komprehensif, maka penatalaksanaan kasus infertilitas dapat berupa: induksi ovulasi, koreksi terhadap oklusi tuba, koreksi kelainan sperma dan aplikasi teknologi reproduksi berbantu, berupa inseminasi dan program bayi tabung. Langkah awal untuk memulai investigasi seperti yang sudah saya jelaskan diatas, adalah dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter saat ibu haid hari ke 2.  Demikianlah semoga bermanfaat, terimakasih

.


Copyrights ©2018: Tim CDA (Mindset Technology) - Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Bunda